Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar sesudah dewasa?

Beberapa orang tua masih memiliki anggapan takut mensekolahkan Ananda di Sekolah Tahfizh. Alasannya pun banyak, ada yang takut anaknya masih kecil kok disuruh menghafal, anaknya belum cukup umur, takut kalau stress. Padahal Al-Qur'an adalah kalamullah, mu'jizat dari Allah swt yang bagi siapa saja yang hendak mempelajarinya akan dimudahkan oleh Allah swt.

Tumpang tindih pendidikan. Kurikulum memang dibuat sederhana, namun terkadang konten yang disajikan oleh penulis atau penerbit tidaklah sederhana. Terlalu banyak hal yang harus mereka pikirkan. Akhirnya mereka akan merasa dan menemukan jawaban bahwa sekolah hanyalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, bukan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Santri MI Tahfizh Al Furqon

Kembali lagi kepada hafalan Al-Qur'an, Syeikh Yusuf Qardhawi salah seorang ulama dunia menegaskan bahwa menghafal Al-Qur'an diwaktu kecil itu penting. Dan  beliau telah membuktikannya, dimasa kecilnya Beliau belajar kepada Syeikh Hamid untuk menghafalka Al-Qur'an. Dan diusia 9 tahun lebih sedikit, beliau telah menghafal 30 Juz Al-Qur'an. Semoga Allah swt memberkahi usia beliau. Aamiin.

Apa komentar beliau tentang belajar Al-Qur'an diwaktu kecil? "Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar sesudah dewasa bagaimengukir diatas air". Begitulah beliau mengutip sebuah perumpamaan, dimana belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas batu, sehingga apapun yang dihafalkan akan mudah diingat dan melekat lama. Berbeda dengan belajar diusia senja, mungkin mudah hafal, namun juga mudah lupa.

Maka dari itu, mari kita isi anak-anak kita dengan Al-Qur'an. Semoga Allah swt membimbing kita dan memudahkan segala urusan kita di dunia dan diakhirat., seta menjauhkan kita dari siksa api neraka Aamiin.

Ponorogo, 20 September 2016
Derit Vikiyono
Kepala MI Tahfizh Al Furqon
Previous
Next Post »

Info bermanfaat

Adab Sebelum Ilmu

Adab Sebelum Ilmu