Muqaddimah Panduan Kurikulum Out Class MI Tahfizh Al Furqon

Menghidupkan Sunnah

Bismillahirrohmanirrohim…
Alhamdulilah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan keberkahanNya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada utusan Allah yang kita cintai yaitu baginda Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wassalam. Aku bersaksi bahwa tiada yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul utusan Allah.

Buku panduan outclass ini merupakan upaya untuk memudahkan kepada siapa saja untuk lebih dekat mengenal program “out class” di MI tahfizh Al Furqon Ponorogo. Barangkali ditempat lain ada istilah yang sama “out class”, namun kami mencoba mendefinisikan kegiatan “out class” versi MI Tahfizh Al Furqon Ponorogo.


Barangkali di Sekolah lain ada agenda “ekstra kulikuler” baik wajib maupun pilihan. Ekstra wajib biasanya pramuka, sedangkan ekstra pilihan biasanya yang berhubungan dengan bakat dan minat santri. Biasanya kegiatan ekstra dilaksanakan diakhir pekan, misalnya hari Jum’at dan sabtu.

Menurut  Wikipedia.com
“Ekstrakurikuler adalah kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukan peserta didik sekolah atau universitas, umumnya di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai universitas.”

Dari definisi diatas, kegiatan ekstra di sekolah dasar yang kami pahami adalah kegiatan non-pelajaran formal dalam rangka untuk meningkatkan dan mengakomodir bakat dan minat santri. Sehingga yang muncul dikegiatan ekstra adalah kegiatan-kegiatan seperti berenang, memanah, menulis, sepak bola, dll. Begitulah yang terjadi di Sekolah Dasar pada umumnya.

Menurut Irwansyah (2006:208) dalam bukunya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk kelas XII Sekolah Menengah Atas menjelaskan bahwa Kegiatan ekstra kulikuler adalah kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran biasa, dan juga dilakukan waktu libur sekolah, tempatnya bisa di sekolah maupun diluar sekolah. Adapun contohnya yaitu Pramuka, Palang Merah Remaja, Kesenian, Olah Raga, PKS, Naik Gunung, Darawisata, Berkemah, dll.

Jadi kegiatan ekstra adalah kegiatan yang bersifat khusus dengan waktu tertentu, tujuan tertentu, diluar jam pelajaran biasa dan tempatnya dapat dilaksanakan dimana saja yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan. maka sebenarnya agenda “Outclass” tidaklah jauh dari definisi diatas. Bahkan sama.

Tahfizh sebagai ekstra kulikuler

Di MI Tahfizh Al Furqon tidaklah jauh berbeda dengan sekolah Dasar yang lainnya. Disekolah ini ekstra wajibnya adalah menghafal Al-Qur’an, walaupun jika kita tinjau lagi, ekstra menghafal ini justru diutamakan, karena memang menghafal inilah keunggulan dari MI Tahfizh Al Furqon.Maka dalam aplikasinya, meskipun ini masuk di ekstra, namun justru diajarkan diawal sebelum masuk ke Pelajaran yang ada.

Bahkan lebih jauh lagi, menghafal juga menjadi salah satu metode dalam pembelajaran. Hal ini berlaku ketika Guru menggunakan murojaah menghafal sebagai cara untuk membuat santri berkonsentrasi kembali, membuat santri bersemangat belajar dalam pembelajaran. Misalnya ditengah-tengah pembelajaran, santri diajak murojaah hafalan. Jadi tahfizh di MI Tahfizh Al Furqon melebihi dari kegiatan ekstra dan memang menghafal menjadi menu utamanya.

Agenda “Out Class”

Lalu seperti apa kegiatan “out class” yang kami maksudkan? Kegiatan outclass yang kami maksud tidaklah jauh berbeda dengan definisi kegiatan “Ekstrakulikuler” sebagaimana penjabaran diatas. Hanya saja kami ingin agar agenda outclass ini terprogram dan terencana sesuai dengan tahapan pendidikan anak dan sesuai dengan perinth-perintah dalam agama Islam karena memang MI Tahfizh Al Furqon berkomitmen untuk membentuk generasi yang islami. Generasi yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dan Rasulullah Muhammad Shalallahualaihi wassalah sebagai tauladan.

Maka dari itu perlu untuk merancang agenda “out class” dalam rangka menghidupkan Sunnah Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. sehingga target kami santri mampu menguasai Berenang, Memanah, Berkuda, dan Thubun Nabawi. Minimal itu mereka dapatkan dari agenda out class selama 6 tahun di Madrasah Al Furqon ini.
Imam An Nasa’i dalam Sunan-nya,
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ الْحَرَّانِيُّ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَلَمَةَ ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحِيمِ ، قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحِيمِ الزُّهْرِيُّ ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ ، قَالَ : رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ ، وَجَابِرَ بْنَ عُمَيْرٍ الأَنْصَارِيَّيْنِ يَرْمِيَانِ ، فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ” كُلُّ شَيْءٍ لَيْسَ فِيهِ ذِكْرُ اللَّهِ ، فَهُوَ لَهُوٌ وَلَعِبٌ ، إِلا أَرْبَعَ : مُلاعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ ، وَتَأْدِيبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ ، وَمَشْيُهُ بَيْنَ الْغَرَضَيْنِ ، وَتَعْلِيمُ الرَّجُلِ السَّبَّاحَةَ “
Muhammad bin Wahb Al Harrani mengabarkan kepadaku, dari Muhammad bin Salamah, dari Abu Abdirrahim, ia berkata: Abdurrahim Az Zuhri menuturkan kepadaku, dari ‘Atha bin Abi Rabbah, ia berkata: aku melihat Jabir bin Abdillah Al Anshari dan Jabir bin Umairah Al Anshari sedang latihan melempar. Salah seorang dari mereka berkata kepada yang lainnya: aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “setiap hal yang tidak ada dzikir kepada Allah adalah lahwun (kesia-siaan) dan permainan belaka, kecuali empat: candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, latihan memanah, dan mengajarkan renang”.
Atsar sahabat Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu. 
عَلِّمُوا أَوْلاَدَكُم السِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَرُكُوْبَ الخَيْلِ
Umar bin Al-Khattab berkata,"Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda".

Semoga buku kecil ini mampu memberikan gambaran tentang agenda “out class” di MI Tahfizh Al Furqon Ponorogo dengan pendekatan dalam rangka menghidupkan Sunnah Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan pertolongan, petunjuk dan kemudahan kepada kita semua. Aamiin.
Untuk lebih lanjut, harap buku pedoman ini dibaca dari awal hingga akhir.
Ya Allah Bimbinglah Kami

Ponorogo, September 2016
Derit Vikiyono, M.Pd
Kepala MI Tahfizh Al Furqon
Previous
Next Post »

Info bermanfaat

Adab Sebelum Ilmu

Adab Sebelum Ilmu