Hikmah dari Nu'man Bin Basyir ra, sahabat Rasulullah saw

Memberikan hadiah kepada anak-anak, ternyata ada tuntunannya dalam Islam, terutama anak yang lebih dari satu. Dan ini lumrah di Indonesia, dimana pemerintah mencanangkan dua anak lebih baik, otomatis keluarga akan bersemangat untuk melahirkan anak-anak. Bagaimana Islam memberikan tuntunan? Berikut ada kisah yang apik tentang Ayah yang memberikan hadiah kepada Anaknya.


Amir berkata bahwa beliau mendengar An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma yang ketika itu berada di atas mimbar berkata, “Ayahku memberikan hadiah padaku.” Lantas ibunya Nu’man,  ‘Amroh bintu Rowahah berkata, “Aku tidak ridho sampai engkau mempersaksikan hal itu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, lantas Basyir (ayah Nu’man) berkata, “Aku telah memberikan hadiah pada anak laki-lakiku dari istriku, ‘Amroh bin Rowahah. Lalu istriku memerintah padaku untuk mempersaksikan masalah hadiah ini padamu, wahai Rasulullah.” Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya pada Basyir, “Apakah engkau memberi anak-anakmu yang lain seperti anakmu itu?” “Tidak”, begitu jawaban Basyir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَاتَّقُوا اللَّهَ ، وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ
Bertakwalah pada Allah. Bersikap adillah terhadap anak-anakmu.” An Nu’man berkata bahwa ayahnya kembali dan menarik hadiah tersebut (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini dibawakan Imam Bukhari dalam persaksian dalam hal hadiah. Imam Nawawi memberi judul Bab dalam Shahih Muslim “Tidak disukai mengutamakan hadiah pada satu anak tidak pada yang lainnya.”
Dari hadits diatas kita dapat mengambil hikmah diantaranya yaitu :
1. Seorang mu'min hendaknya berhati-hati dan mencari landasan dalam menjalani hidup ini, sebagaimana Ibu dari Sahabat Nu'man Bin Basyir yang segera meminta Suaminya untuk menanyakan hal yang membuatnya ragu, yaitu perihal memberi hadiah.
2. Dalam berumah tangga, hendaknya suami dan istri sama-sama bertaqwa kepada Allah swt, dan saling mengingatkan dalam kebenaran, saling menasihati jika ada yang kurang Pas.
3. Suami adalah qawah atau pemimpin. Ketika ada Istri yang mengingatkan, hendaknya suami juga tanggap, apalagi ini terkait dengan agama. Maka seorang suami harus melapangkan hati terhadap nasihat Istrinya. Rasulullah Saw bersabda "sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap Istri-istrinya"  Hr AT-Tarmidzi.
4. Orang tua hendaknya berlaku adil terhadap anak-anaknya.

Semoga Allah subhanahu wata'ala memberikan pemahaman dan kemudahan untuk mengamalkan. Aamiin. 

Derit Vikiyono
Previous
Next Post »

Info bermanfaat

Adab Sebelum Ilmu

Adab Sebelum Ilmu