Cara menanamkan keimanan kepada Anak

Iman merupakan pondasi penting dalam kehidupan. Jika iman kuat maka takkan mudah tergoda dengan syahwat dan subhat. Jika iman tak kuat maka akan mudah terjerumus dalam maksiat. Iman yang kuat akan berbuah amal yang baik dan diridhoi Allah swt.

Begitu juga yang terjadi hari ini. Iman lemah, sehingga jadi pejabat akhirnya memakan uang rakyat. Menjadi pengusaha memakan uang tetangga. Dan segudang problematika baik di dunia pendidikan, ekonomi, politik, sosial dll, ini semua karena imannya yang bermasalah.

Jika imannya kuat maka menjadi pejabat akan amanah terhadap rakyat. Menjadi pengusaha akan jujur dengan barang yang dijualnya. Menjadi pemimpin tak mudah goyah dengan iming-iming dunia. Iman, ya iman. “kemana iman hari ini?”, terimakasih bagi siapa saja yang masih membawa imannya ke tempat kerja, ke-profesinya, ke kantornya, ke tokonya, dan dimanapun berada. Itu artinya iman telah bersatu dengan dirinya, iman telah menjadi sifatnya.

Lalu bagaimana cara menanamkan keimanan kepada generasi penerus kita? Kepada anak-anak kita? Kepada calon pemimpin masa depan bangsa? Tidak ada jalan lain kecuali kita bekerja keras, belajar dan belajar, berpikir dan berubah. Siap untuk berubah? Jika siap, silahkan dilanjutkan membaca. Semoga Allah swt memberikan pemahaman dan kemudahan untuk mengamalkan. Berikut kami sampaikan 4 cara menanamkan keimanan kepada anak.

1. Mentalqin Laa ilaha illallah
Mentalqin kalimat “La ilaha illallah” kepada anak-anak kita adalah langkah pertama dalam menanamkan keimanan kepada anak. Iman kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Hal ini sebagaimana diperintahkan oleh Rasulullah Muhammad saw.
Dari ibnu ‘Abbas radhiyallahuanhuma bahwa Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda, “Ajarkan kalimat laa ilaha illallah kepada anak-anak kalian sebagai kalimat pertama dan tuntunkanlah mereka mengucapkan kalimat laa ilaha illallah ketika menjelang mati.” (HR. Hakim)
Ketika kecil, kenalkan kalimat “laa ilaha illallah”, semoga ketika meninggal kalimat ini pulalah yang akan keluar sebagai penutup usia kita. “laa ilaha illallah”,tidak ada ilah (tuhan), kecuali Allah. Ibnu Qayyim dalam kitab Ahkam Al-Maulud mengatakan,
“Diawal waktu ketika anak-anak mulai bisa bicara, hendaknya mendiktekan kepada mereka kalimat laa ilaha illa llah muhammadurrasulullah, dan hendaknya sesuatu yang pertama kali didengar oleh telinga mereka adalah laa ilaha illallah (mengenal Allah) dan mentauhidkan-Nya. Juga diajarkan kepada mereka bahwa Allah bersemayam di atas singgasana-Nya (Arsy) yang senantiasa melihat dan mendengar perkataaan mereka, senantiasa bersama mereka dimanapun mereka berada.”
Jadi, langkah pertama untuk menanamkan keimanan kepada anak yaitu dengan mentalqinkan kalimat “la ilaha Ilallah”, dan mengenalkan anak tentang Allah swt. Semoga Allah swt membimbing kita semua. Aamiin.

2. Mendo’akan anak
Do’a adalah senjata bagi kaum muslimin, maka dari itu kita harus menggunakannya. Do’a terbaik adalah do’a yang ikhlas memohon kepada Allah swt. Waktu yang baik untuk berdo’a adalah ketika 1/3 malam yang akhir. Semoga Allah swt memudahkan. Aamiin.
Do’a orang tua kepada anaknya merupakan salah satu do’a yang diijabah. Maka dari itu, sebagai orang tua, jangan pernah mengeluarkan kata-kata yang buruk karena kata-kata orang tua bagi anak adalah do’a. semoga Allah swt menjaga lisan kita. Aamiin.
Berkaitan dengan do’a, secara teknis ada 2 pokok do’a. 2 pokok do’a yaitu do’a agar ananda dijauhkan dari godaan syaithan dan do’a agar ananda dibimbing oleh Allah swt untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Bisa juga dengan do’a-do’a yang sudah biasa disampaikan dalam Al-Qur’an. Contoh :
- Mendo’akan perlindungan dari gangguan setan
(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.”Tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamainya Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk., ” (QS. Ali Imran: 35 – 36)

وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.,
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain, (beliau membaca)
أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة
“Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (ain) yang membuat sakit.” (HR. Bukhari 3371 & Abu Daud 4737).
Tentu saja masih banyak do’a-do’a yang diajarkan dan sudah dicontohkan, silahkan dipanjatkan dan digunakan sebagai senjata kita untuk membuka pintu hati dan pintu iman anak-anak kita. Semoga Allah swt memberikan kita pemahaman. Aamiin.

3. Dialog iman
Inti dari dialog iman adalah mengajak anak untuk mengigatkan mereka tentang keimanan, baik iman kepada Allah swt maupun mengimani rukun iman yang enam. Teknisnya, apapun yang terjadi kepada anak, selalu kita kaitkan dengan keimanan.
Misalkan mendapat nikmat, langsung syukur, kaitkan dengan Allah swt. misalkan melihat api, kaitkan dengan panasnya neraka. Melihat langit, kaitkan dengan kesyukuran memuji kebesaran Allah swt.

Jadikan Allah swt sebagai pembicaraan yang pertama, jadikan bahasan akhirat sebagai bahasan prioritas, saling mengingatkan akan kenikmatan surge dan keganasan neraka. Semoga iman kita bertambah dan iman anak kita juga meningkat. Aamiin.

4. Menyampaikan kisah-kisah
Kisah yang utama adalah kisah-kisah dari Al-Qur’an. Kisah para nabi dan rasul jika disampaikan kepada anak akan mampu membentuk sifat yang baik dan keimanan yang kokoh.

==============================================
MI Tahfizh Al Furqon Ponorogo
1 Tahun 2 Juz, 6 Tahun 12 Juz.
1 Kelas 12 Anak diampu 2 Guru.
Tahun ini Menerima 24 Santri.
Sekolah Keluarga Pecinta Al-Qur'an
ADAB-TAHFIZH-IMAN & ILMU
Jl. MH. Thamrin 61 Ponorogo
CP : 085 334 474 399 I 085 649 307 592

Menerima Pendaftaran Peserta didik baru
Syarat Usia 6,5 Tahun --> Segera hubungi
CP : 085 334 474 399 I 085 649 307 592
KUOTA TERBATAS HANYA 24 SANTRI
Previous
Next Post »

Info bermanfaat

Adab Sebelum Ilmu

Adab Sebelum Ilmu