Belajar dari Nabi Yunus dan Kaumnya agar keluar dari kesulitan Hidup

Nabi Yunus As adalah seorang Nabi yang berasal dari keturunan Nabi Ishaq As. Beliau diutus kepada kaum yang jumlahnya tidak sedikit. Beliau diutus kepada kaum yang jumlahnya lebih dari 100 ribu, sebagaimana disebutkan didalam Al-Qur’an Qs. shaffat: 147, Allah Subhanahu Wata’ala"Dan Kami utus ia (Yunus) kepada seratus ribu orang atau lebih."

Ada hikmah menarik yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Yunus As dan kaumnya agar keluar dari kesulitan hidup. Minimal hikmah itu dapat kita ambil dari dua kejadian berikut :

1. Belajar dari kaum Nabi Yunus As agar mendapat solusi dari kesulitan hidup


Dikisahkan, Nabi Yuus As marah terhadap kaumnya, kemudian beliau pergi meninggalkan kaumnya. Dalam kepergiannya itu beliau berdo’a agar kaumnya yang jumlahnya ratusan ribu ditimpakan adzab oleh Allah swt.
Ternyata ketika adzab itu datang menimpa mereka, mereka tersadarkan dan kembali kejalan Allah swt. adab yang mengerikan itu tak jadi menimpa kaum Nabi yunus dan Kaum Nabi yunus As itupun berbondong-bondong beriman kepada Allah swt. kaumnya bertaubat, kembali beriman, sebagaimana disebutkan dalam  Qs. Yunus 98:
فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

"Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu." (Yunus:98)
Hikmahnya, jika anda ingin dihilangkan kesulitan di dunia ini maka berimanlah, kembalilah kepada Allah swt, bertaubatlah dari segala kesyirikan. Semoga Allah swt menolong kita semua. Aamiin.

2.                       Pertolongan Allah swt untuk Nabi Yunus As


Nabi Yunus As masuk ditelan ikan paus. Singkat cerita beliau berada di perut ikan paus dan hanya Allah swt lah yang menolong Beliau, kalau bukan karena Allah, tentulah Nabi yunus tetap berada didalam perut Ikan Paus.

Dikisahkan didalam Al Qur’an Qs.Ash-Shaffat 143-144:
فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ
"Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah,"
لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan."

Ternyata inilah solusi yang didapatkan oleh Nabi Yunus As, beliau mendapatkannya karena beliau banyak bertasbih/berdzikir مِنَ الْمُسَبِّحِينَ  kepada Allah swt. karena asbab banyaknya dzikir mengingat Allah swt maka Nabi Yunus As diselamatkan Allah swt dari perut ikan paus.
Maka dari itu saudaraku, mari kita perbaiki diri kita dengan memperbaiki keimanan dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah swt. dari dua kisah diatas, hikmahnya bahwa kita memang dimanapun dan kapanpun harus senantiasa mengingat Allah swt dan memperbanyak dzikir kepadaNya agar Allah swt berikan solusi dalam kehidupan kita.
Bisa jadi, beratnya hidup karena kita tidak mengikuti jalan kebenaran, jalan keimanan, jalan Allah swt. ibarat orang berjalan, sudah ada jalan tol yang halus, namun memaksa memilih jalan mendaki bukit yang terjal, dikira lebih cepat sampai namaun ternyata sulit, menghabiskan banyak energy dan tujuan tak tergapai. Mari bertaqwa kepada Allah swt dan semoga Allah swt memberikan kita pemahaman, kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin. Semoga Allah swt memudahkan langkah kita untuk senantiasa mengingatNya dimanapun kita berada. Aamiin.


*Oleh Derit Vikiyono, M.Pd 
Previous
Next Post »

Info bermanfaat

Adab Sebelum Ilmu

Adab Sebelum Ilmu