Anak saya susah sarapan

Sarapan itu penting untuk menunjang fisik yang kuat dan tubuh yang sehat sehingga ibadah semakin khusyu’, belajar semakin mantab, hati lapang dan pikiran terang.
Perintah makan, Allah Subhanahu wata’ala perintahkan dalam Qs. Al-A’raf : 31 sebagai berikut :
يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. 


Karena bab makan ini penting, pada prinsipya makan tidak boleh berlebihan dan tentu saja makan harus yang halal dan thoyyib. Halal cara mendapatkannya dan thoyyib zatnya. Karena makan merupakan perintah didalam Al-Qur’an, maka makan hendaknya kita niatkan sebagai Ibadan dan kita hendaknya menerapkan adab-adab makan. Insyaallah… nggih?

Adapun berkaitan dengan sarapan, ada beberapa efek yang terjadi ketika tidak sarapan diantaranya kurang konsentrasi, mengantuk, lemes, dan kurang focus. Otomatis ini akan mengganggu dalam pembelajaran. Secara kesehatan pun jika tidak rutin sarapan akan mengakibatkan kesehatan terganggu, kecuali memang diniatkan puasa. Beda urusan, puasa dengan tidak puasa.
Nah, lalu bagaimana cara menangani Ananda yang susah sarapan? Berikut solusinya :
1.       Sekolah
-          Mendo’akan Ananda agar dimudahkan dalam sarapan
-          Memberikan motivasi kepada Ananda untuk sarapan
-          Member pesan kepada Ananda untuk sarapan
-          Memanfaatkan momentum untuk member nasihat
2.       Rumah
-          Mendo’akan Ananda agar dimudahkan dalam sarapan
-          Member motivasi untuk sarapan
-          Membimbing Ananda untuk sarapan, sedikit demi sedikit dan tertarget. Misal hari ini 2 sendok, besuk 3 sendok, besuknya lagi 4 sendok, sampai 1 piring.
-          Manfaatkan moment untuk member nasihat :
Ananda : “Pak, aku tadi ngantuk di sekolahan”
Orang Tua : “Hm.. Mau nggak ngantuk?”,
Ananda : “Mau Pak”
Orang Tua : “Besuk sarapannya yang banyak, insyaallah enggak nantuk”

Demikian solusi bagi yang memiliki problem sarapan, meskipun memang sarapan erat kaitannya dengan kebiasaan hidup orang tua, namun demikian insyaallah masih bisa diubah atas izin Allah subhanahu wata’ala. Sarapan bukanlah segalanya, namun efektifitas pembelajaran akan lebih baik jika diawali dengan sarapan. Semoga Allah membimbing kita semua. Aamiin.
Previous
Next Post »

Info bermanfaat

Adab Sebelum Ilmu

Adab Sebelum Ilmu